Satuan Narkoba Polres Bogor Sita 32.350 Butir Obat Keras yang Tidak Memiliki Izin Farmasi

0
564

Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor menyita 32.350 butir obat-obatan atau sediaan farmasi tanpa izin. Diantaranya 21.250 Butir Obat jenis Tamadol, 10.000 butir Obat jenis Hexymer, 100 Butir Obat Trihexphenidyl. Sabtu (22 Juli 2017).

Pihak satuan reserse narkoba Polres Bogor mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di daerah Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor terdapat sebuah toko obat-obatan yang diduga telah melakukan tindak pidana sediaan farmasi tanpa izin.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan ditemukan barang bukti obat-obatan yang tidak disertai dengan dokumen izin Farmasi sebanyak 32.350 butir obat-obatan yang berdosis tinggi yang masuk dalam daftar Golongan Obat Obatan G (Gevaarlijk) Berbahaya.

Saat ini Polisi menangkap satu orang pelaku yang menyediakan obat-obatan tanpa izin farmasi yang berinisial MH (25). Pelaku ditangkap pada hari Kamis 21/07/2017.

Kasat narkoba Polres Bogor menjelaskan bahwa pelaku menyebarkan obat-obatan tersebut di wilayah Jabodetabek.

Setiap minggunya pelaku bisa meraup omzet sekitar 80 juta per minggu. Dan obat-obatan tersebut selalu habis setiap minggunya.

“Daya hancur obat-obatan ini dalam jangka waktu yang lama sangat berbahaya bagi kesehatan bila dikonsumsi oleh masyarakat tanpa resep dokter, dan bisa berujung dengan putus/lumpuh saraf atau kegilaan” tutur AKP Andri Alam Kasat Narkoba Polres Bogor.

Pelaku dijerat dengan pasal 196 jo 197 undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Yang berbunyi bahwa setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat (1). Apabila pelaku terbukti bersalah maka terancam dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp. 1.500.000.000,- (Satu Miliar Lima Ratus Juta Rupiah).

(Tribratanews Polres Bogor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here